MAKALAH
Konsep
Dasar Manajemen Public Relations
DOSEN
PENGAMPU
Handes,
S. Sos M. I . Kom.
PENYUSUN
MUHAMMAD NURUL
NIM ;11531009

FAKULTAS USHULUDDIN
ADAB, DAN DAKWAH
JURUSAN KOMUNIKASI DAN
PENYIARAN ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM
NEGERI (IAIN)
PONTIANAK
2017 - 2018
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Manajemen Public Relations (MPR) merupakan penerapan dari
fungsi-fungsi dasar manajemen dalam kegiatan public relations (PR). Prakitisi
public relations akan sangat membutuhkan fungsi-fungsi tersebut dalam membuat
suatu konsep dan mengimplikasinya (menerapkannya) yang berkaitan dengan
tugasnya. Dengan demikian mengelola public relations harus melakukan kegiatan
penelitian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap kegiatan komunikasi
yang disponsori oleh organisasi.
Gurnig dan Hunt (1984) menyatakan public relations sebagai
manajemen komunikasi antara sebuah organisasi dan publiknya. Manajemen PR
adalah proses riset, perencanaan, pelaksanaan, dan pengevaluasian suatu
kegiatan komunikasi yang disponsori oleh organisasi. Proses manajemen humas
biasa dilakukan oleh seorang praktisi dalam kegiatan PR.
Masalah penting yang dihadapi oleh lembaga-lembaga ekonomi dan
bisnis, lembaga-lembaga sosial serta politik setelah terjadinya revolusi
industri adalah masalah “hubungan”. Permasalahannya berkisar pada pertanyaan
“bagaimana membangun dan mengembangkan hubungan-hubungan yang baik antara
lembaga tersebut dengan masyarakat (publik) demi tercapainya tujuan dari
lembaga/organisasi tersebut.
Dalam kehidupan modern seperti sekarang ini, kita hidup dalam
kondisi saling tergantung, terutama di bidang ekonomi dan teknologi. Untuk itu
kita membutuhkan hubungan yang dilandasi oleh sikap saling percaya demi
pemenuhan kebutuhan fisik material maupun spiritual. Saling tergantung antara
individu dengan perusahaan, dan
pemerintah dengan organisasi-organisasi sosial telah menciptakan kebutuhan akan
filsafat dan fungsi baru dalam manajemen. Fungsi itulah yang disebut sebagai
“hubungan masyarakat”.
Peranan public relations dalam sebuah organisasi berkaitan dengan
tujuan utama dan fungsi-fungsi manajemen organisasi. Fungsi dasar manajemen
tersebut merupakan suatu proses kegiatan atau pencapaian suatu tujuan pokok
dari organisasi lembaga dan biasanya berkaitan dengan memanfaatkan berbagai
potensi sumber-sumber daya yang dimiliki oleh organisasi/lembaga tersebut.
Public relations adalah fungsi manajemen yang khas dan mendukung
pembinaan, pemeliharaan jalur bersama antara organisasi dengan publiknya,
menyangkut aktivitas komunikasi, pengertian, penerimaan, dan kerja sama,
melibatkan manajemen dalam menghadapi persoalan/permasalahan, membantu
manejemen untuk mampu menganggapi opini publik, mendukung manajemen dalam
mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif, bertindak sebagai sistem
peringatan dini dalam mengantisipasi kecenderungan penggunaan penelitian serta
teknik komunikasi yang sehat dan etis sebagai sarana utama.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa
Pengertian Manajemen dan Public Relations ?
2.
Apa
tujuan dari Manajemen Public Relations/humas ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Manajemen
Berbicara mengenai definisi manajemen public relations, terlebih
dahulu penulis akan menjelaskan tentang definisi manajemen. Kata Manajemen
berasal dari kata latin, yaitu dari asal kata manus yang berarti tangan dan
agre yang berarti melakukan. Kata-kata itu digabung menjadi kata kerja managre
yang artinya menangani. Managre diterjemhakan ke dalam bahasa inggris dalam
bentuk kata kerja to manage dengan kata benda managemen dan manager untuk orang
yang melakukan kegiatan manajemen yang ahirnya di Indonesiakan menjadi
manajemen atau pengelolaan.
Manajemen merupakan sebuah proses yang terdiri atas fungsi-fungsi
perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian kegiatan hubungan
masyarakat dan sumber daya yang lain untuk mencapai tujuan secara efisien.
Menurut Andrew F. Sikula yang dikutip oleh Malayu Hasibuan
manajemen pada umumnya dikaitkan dengan aktivitasaktivitas perencanaan,
pengorganisasian, pengendalian, penempatan, pengarahan, pemotivasian,
komunikasi dan keputusan yang dilakukan oleh setiap organisasi dengan tujuan
untuk mengkoordinasikan beberapa sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan
sehingga akan dihasilkan suatu produk atau jasa secara efisien.
Dari definisi di atas dapat diketahui bahwa manajemen berkaitan
dengan pelaksanaan fungsi manajemen agar dapat mencapai tujuan secara efisien.
Fungsi-fungsi tersebut terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan,
dan pengendalian.
Perencanaan merupakan salah satu fungsi manajemen yang berkaitan
dengan penentuan rencana yang akan membantu tercapainnya sasaran yang telah
ditentukan. Rencana dapat berupa strategi dan rencana oprasional. Setelah
rencana atau seperangkat kegiatan telah ditentukan, maka kegiatan tersebut
harus dibagi-bagi sesuai dengan kemampun setiap individu. Maka setelah itu
perlu peran pengorganisasian, pengorganisasian merupakan fungsi manajemen yang
berkaitan dengan pembagian kerja. Selanjtnya, agar mereka yang telah ditunjuk
mampu dan mau melaksanakan pekerjaannya, maka mereka memerlukan seorang yang
memiliki kepemimpinan, yaitu seorang yang mempunyai kemampuan untuk memberikan
pengarahan dan dorongan untuk berperilaku sebagaimana diharapkan.
Maka setelah ada yang melaksanakan pekerjaan tersebut, diperlukan
pengendalian. Fungsi pengendalian ini diperlukan untuk memastikan agar rencana
akan berjalan dan sedang berjalan untuk mencapai tujuan. Dengan kata lain,
fungsi ini mencoba menjamin agar rencana yang telah dipilih terlaksana dengan
tepat dan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
B.
Pengertian
Public relations
Menurut para pakar, hingga saat ini belum terdapat konsensus mutlak
tentang difinisi dari PR. Ketidak sepakatan tersebut disebabkan oleh beragamnya
definisi PR yang telah dirumuskan baik oleh para pakar maupun profesional PR
didasari perbedaan sudut pandang mereka terhadap pengertian Humas / PR.. Menurut
Frank Jeffkins, Humas merupakan segala sesuatu yang terdiri dari semua bentuk
komunikasi berencana, baik ke dalammaupun ke luar, untuk mencapai tujuan
khusus, yaitu pengertian bersama. Definisi yang sangat umum diberikan oleh
John. E. Marston, “ PR is planned, persuasive communication designed to
influence significant public.”PR adalah kegiatan komunikasi yang terencana dan
persuasif untuk mendesain publik-publik yang nyata. PR bukanlah ilmu
tradisional yang digunakan untuk menghadapi tujuan-tujuan sesaat. PR perlu
direncanakan dalam suatu pendekatan manajemen (management approach) kepada
target-target public tertentu. Dari definisi yang sangat umum, kita fokuskan
kepada definisi yang lebih spesifik, lebih konkret.
Sedangkan Harlow (dalam Grunig, James E, 1984: 7), memberikan
definisi dengan mengkombinasikan berbagai elemen dari berbagai definisi “Public
Relations is the distinctive management functions which helps establish and maintain
mutual line of communication, acceptance and cooperation between an
organization and its public; involves the management of problems and issues;
helps management to keep informed on and responsive to public opinion (Public
Relations adalah fungsi managemen yang membantu mendirikan dan memelihara
hubungan komunikasi yang saling menguntungkan, keterbukaan dan kerjasama antara
organisasi dan publiknya, melibatkan manajemen problem dan issu, membantu
manajemen untuk tetap terinfomasi dan responsive terhadap publik). Definisi
Harlow walaupun terkesan sangat umum ataupun general, memberikan arti penting
bagi kegiatan PR itu sendiri. Bahwa kegiatan PR yang dilakukan oleh setiap
organisasi maupun institusi pada intinya adalah kegiatan komunikasi, serta membantu
agar manejemen tetap terinformasi (keluar dan kedalam) serta responsive
terhadap apa yang terjadi pada lingkungannya.
C.
Pengertian
Manajemen public Relations
Dalam pelaksanaan pekerjaannya seorang praktisi PR/humas akan
menggunakan konsep-konsep manajemen untuk mempermudah pelaksanaan
tugas-tugasnya. Bahwa proses humas (tahapan fact finding, planning,
communicating, evaluation) sepenuhnya mengacu pada pendekatan manajerial. Untuk
keperluan pembahasan manajemen hubungan masyarakat, maka sementara manajemen
itu dapat dirumuskan sebagai suatu proses dari kelompok orang-orang yang secara
koordinatif, memimpin kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan
bersama.
Manajemen PR dapat dikatakan sebagai penerapan fungsi-fungsi
manajemen (perencanaan, pengorganisasian, penstaffan, pemimpinan dan evaluasi)
dalam kegiatan-kegiatan PR/humas. Manajemen PR/humas berarti melakukan
penelitian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap berbagai kegiatan
komunikasi yang disponsori oleh organisasi.
Secara sederhana manajemen Humas/Public Relations adalah salah satu
peroses dalam menangani perencanaan, pengorganisasian, mengkomunikasikan serta
mengkoordinasikan dengan serius dan rasional dalam upaya pecapaian tujuan
bersama bagi sebuah instansi lembaga atau organisasi.
D.
Pengertian
Manajemnen Public Relations Menurut Para Pakar
Berikut
adalah beberapa pengertian tentang Public Relations (Hubungan Masyarakat)
menurut para pakar untuk mengantarkan kita memahami fungsi dan perannya dalam
lembaga pendidikan Islam, diantaranya:
a.
John
E. Marston
Mengartikan bahwa “Public relations is planned, persuasive
communications designed to influence significant public”. (hubungan masyarakat
adalah kegiatan komunikasi persuasive dan terencana yang didesain untuk
mempengaruhi public secara signifikan).
b.
Frang
Jefkins
Public Relations consint of all forms of planned communications,
outwards and inward, between an organizations and its publics for the purposes
of achieving specifict objective concerning mutual understanding. ( suatu
bentuk komunikasi yang berlaku terhadap semua jenis organisasi, baik yang
bersifat komersial maupun yang bersifat non komersial di sektor publik (pemerintah)
maupun privat (swasta).
c.
Cultip
M. Scott
Hubungan masyarakat adalah keseluruhan upaya yang dilangsungkan
secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara
niat baik dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap
khalayaknya.
d.
Glen
M. Broom
Mengartikan public relations adalah fungsi manajemen yang membangun
dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan
public yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut.
e.
Mc.
Elraath
Public relation adalah melakukan perencanaan, pelaksanaan,
penilaian dan evaluasi terhadap berbagai kegiatan komunikasi yang diseponsori oleh
organisasi atau lembaga.
Berdasarkan definisi menurut para pakar di atas pegertian public
relations tidak terlepas dari manajemen dan begitu sebaliknya hubungan
masyarakat tidak akan berjalan tanpa manajemen. atau dengan kata lain manajemen
hubungan masyarakat dengan lembaga, instansi dan organisasi secara internal.
dan khalayak umum eksternal. Dalam konteks ini jelas bahwa public relation (PR)
adalah termasuk salah satu elemen yang penting dalam suatu organisasi kelompok
ataupun secara individu.
E.
Tujuan
Manajemen Public Relations
Public relations merupakan fungsi manajemen dan dalam stuktur
organisasi public relations merupakan salah satu bagian atau divisi dari
organisasi. Karena itu, tujuan public relations sebagai bagian struktural
organisasi tentu saja tidak bisa lepas dari tujuan organisasinya sendiri.
Inilah yang oleh Oxley dalam Yosal disebut sebagai salah satu prinsip public
relation. Prinsip tersebut menyatakan, “Tujuan public relations jelas dan
mutlak memberi sumbangan pada objektif organisasi secara keseluruhan”. Tujuan
kegiatan public relations-nya sendiri oleh Oxley dinyatakan “mengupayakan dan memelihara
saling pengertian antara organisasi dan publiknya”. Bahkan secara tegas Oxley
menyatakan, bahwa objektif public relations itu tidak akan pernah terlepas dari
objektif organisasi. “Objektif public relation tidak akan pernah merintangi
pencapaian objektif penting apa pun dari organisasi”.
Prestise atau citra yang baik misalnya, akan memberi manfaat yang
sangat besar bagi organisasi, bahkan prestise dan reputasi ini sering disebut
sebagai aset terbesar perusahaan. Karena itu, reputasi mendapat perhatian yang
sangat besar, dan manajemen reputasi merupakan salah satu bagian dari kegiatan
public relations yang penting.
Tujuan utama kegiatan public relations adalah membangun
kredibilitas dan membangkitkan motivasi bagi stakeholder perusahaan guna
meminimalkan biaya pengeluaran proses transfer komunikasi. Menurut Firsan Nova,
tujuan kegiatan public relations dapat dikelompokkan sebagai berikut.
1.
Performance
Objective
Public
relations merupakan kegiatan komunikasi untuk mempresentasikan citra perusahaan
kepada publiknya (stakeholders), melaksanakan serangkaian kegiatan untuk
membentuk dan memperkaya identitas dan citra perusahaan di mata stakeholders.
2.
Support
of Consumer Market Objective
Kegiatan
public relations dapat digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan yang
timbul sehubungan dengan kegiatan komunikasi yang dilaksanakan oleh perusahaan
dengan menitikberatkan pembahasan pada identifikasi tingkat kesadaran konsumen,
sikap dan persepsi konsumen terhadap produk tayangan yang ditawarkan
perusahaan. Hasil identifikasi tersebut kemudian dapat dijadikan sebagai bahan
pertimbangan untuk menerapkan strategi pendekatan yang sesuai.
Dari sekian banyak
tugas yang diemban oleh seorang public relations, tujuan yang ingin dicapai
dalam bidan public relations, yaitu komunikasi internal dan komunikasi
eksternal, yaitu:
1.
Komunikasi
Internal (personel/anggota institusi).
a.
Memberikan
informasi sebanyak dan sejelas mungkin mengenai institusi.
b.
Menciptakan
kesadaran anggota/personel mengenai peran institusi dalam masyarakat.
c.
Menyediakan
sarana untuk memperoleh umpan balik dari anggotanya.
2.
Komunikasi
Eksternal (masyarakat, khalayak/umum)
a.
Informasi
yang berat dan wajar mengenai institusi.
b.
Kesadaran
mengenai peran institusi dalam tata kehidupan umumnya.
c.
Motivasi
untuk menyampaikan citra baik.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Ø Manajemen PR (humas) dapat dikatakan sebagai penerapan
fungsi-fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, penstaffan, pemimpinan
dan evaluasi) dalam kegiatan-kegiatan humas. Manajemen humas berarti melakukan
penelitian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap berbagai kegiatan
komunikasi yang disponsori oleh organisasi.
Ø Komunikasi manajemen adalah hal yang paling pokok atau nomor satu,
hal ini sesuai dengan pendapat GR Terry “Management is a communication”, yaitu
dalam hal penyampaian instruksi di satu pihak, dan pelaksanaan kewajiban di
lain pihak. Dengan kata lain manajemen komunikasi adalah alat, bukan tujuan
dari suatu organisasi.
Ø Berdasarkan definisi menurut para pakar pegertian public relations
tidak terlepas dari manajemen dan begitu sebaliknya hubungan masyarakat tidak
akan berjalan tanpa manajemen.
Ø Public relations merupakan fungsi manajemen dan dalam stuktur
organisasi public relations merupakan salah satu bagian atau divisi dari
organisasi. Karena itu, tujuan public relations sebagai bagian struktural
organisasi tentu saja tidak bisa lepas dari tujuan organisasinya sendiri.
Ø Menurut Firsan Nova, tujuan kegiatan public relations dapat
dikelompokkan sebagai berikut :
1.
Performance
Objective
2.
Support
of Consumer Market Objective
Daftar Pustaka
Ruslan,
Rosady. 2010. Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi : Konsepsi
dan Aplikasi. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada
Ernie, Tisnawati & Kurniawan
Saefullah.2005.Pengantar Manajement.Jakarta. Kencana Prenada Media Group
Wiludjeng, Sri.2007.Pengantar
Manajemen.Yogyakarta.Graha Ilmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar