Sabtu, 18 Maret 2017

MAKALAH
Konsep Dasar Manajemen Public Relations
DOSEN PENGAMPU
Handes, S. Sos M. I . Kom.
PENYUSUN
MUHAMMAD NURUL
NIM ;11531009
logo iain ptk

FAKULTAS USHULUDDIN ADAB, DAN DAKWAH
JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
PONTIANAK
2017 - 2018



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Manajemen Public Relations (MPR) merupakan penerapan dari fungsi-fungsi dasar manajemen dalam kegiatan public relations (PR). Prakitisi public relations akan sangat membutuhkan fungsi-fungsi tersebut dalam membuat suatu konsep dan mengimplikasinya (menerapkannya) yang berkaitan dengan tugasnya. Dengan demikian mengelola public relations harus melakukan kegiatan penelitian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap kegiatan komunikasi yang disponsori oleh organisasi.
Gurnig dan Hunt (1984) menyatakan public relations sebagai manajemen komunikasi antara sebuah organisasi dan publiknya. Manajemen PR adalah proses riset, perencanaan, pelaksanaan, dan pengevaluasian suatu kegiatan komunikasi yang disponsori oleh organisasi. Proses manajemen humas biasa dilakukan oleh seorang praktisi dalam kegiatan PR.
Masalah penting yang dihadapi oleh lembaga-lembaga ekonomi dan bisnis, lembaga-lembaga sosial serta politik setelah terjadinya revolusi industri adalah masalah “hubungan”. Permasalahannya berkisar pada pertanyaan “bagaimana membangun dan mengembangkan hubungan-hubungan yang baik antara lembaga tersebut dengan masyarakat (publik) demi tercapainya tujuan dari lembaga/organisasi tersebut.
Dalam kehidupan modern seperti sekarang ini, kita hidup dalam kondisi saling tergantung, terutama di bidang ekonomi dan teknologi. Untuk itu kita membutuhkan hubungan yang dilandasi oleh sikap saling percaya demi pemenuhan kebutuhan fisik material maupun spiritual. Saling tergantung antara individu  dengan perusahaan, dan pemerintah dengan organisasi-organisasi sosial telah menciptakan kebutuhan akan filsafat dan fungsi baru dalam manajemen. Fungsi itulah yang disebut sebagai “hubungan masyarakat”.
Peranan public relations dalam sebuah organisasi berkaitan dengan tujuan utama dan fungsi-fungsi manajemen organisasi. Fungsi dasar manajemen tersebut merupakan suatu proses kegiatan atau pencapaian suatu tujuan pokok dari organisasi lembaga dan biasanya berkaitan dengan memanfaatkan berbagai potensi sumber-sumber daya yang dimiliki oleh organisasi/lembaga tersebut.
Public relations adalah fungsi manajemen yang khas dan mendukung pembinaan, pemeliharaan jalur bersama antara organisasi dengan publiknya, menyangkut aktivitas komunikasi, pengertian, penerimaan, dan kerja sama, melibatkan manajemen dalam menghadapi persoalan/permasalahan, membantu manejemen untuk mampu menganggapi opini publik, mendukung manajemen dalam mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif, bertindak sebagai sistem peringatan dini dalam mengantisipasi kecenderungan penggunaan penelitian serta teknik komunikasi yang sehat dan etis sebagai sarana utama.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian Manajemen dan Public Relations ?
2.      Apa tujuan dari Manajemen Public Relations/humas ?


BAB II
PEMBAHASAN


A.    Pengertian Manajemen
Berbicara mengenai definisi manajemen public relations, terlebih dahulu penulis akan menjelaskan tentang definisi manajemen. Kata Manajemen berasal dari kata latin, yaitu dari asal kata manus yang berarti tangan dan agre yang berarti melakukan. Kata-kata itu digabung menjadi kata kerja managre yang artinya menangani. Managre diterjemhakan ke dalam bahasa inggris dalam bentuk kata kerja to manage dengan kata benda managemen dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen yang ahirnya di Indonesiakan menjadi manajemen atau pengelolaan.
Manajemen merupakan sebuah proses yang terdiri atas fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian kegiatan hubungan masyarakat dan sumber daya yang lain untuk mencapai tujuan secara efisien.
Menurut Andrew F. Sikula yang dikutip oleh Malayu Hasibuan manajemen pada umumnya dikaitkan dengan aktivitasaktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, penempatan, pengarahan, pemotivasian, komunikasi dan keputusan yang dilakukan oleh setiap organisasi dengan tujuan untuk mengkoordinasikan beberapa sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan sehingga akan dihasilkan suatu produk atau jasa secara efisien.
Dari definisi di atas dapat diketahui bahwa manajemen berkaitan dengan pelaksanaan fungsi manajemen agar dapat mencapai tujuan secara efisien. Fungsi-fungsi tersebut terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan, dan pengendalian.
Perencanaan merupakan salah satu fungsi manajemen yang berkaitan dengan penentuan rencana yang akan membantu tercapainnya sasaran yang telah ditentukan. Rencana dapat berupa strategi dan rencana oprasional. Setelah rencana atau seperangkat kegiatan telah ditentukan, maka kegiatan tersebut harus dibagi-bagi sesuai dengan kemampun setiap individu. Maka setelah itu perlu peran pengorganisasian, pengorganisasian merupakan fungsi manajemen yang berkaitan dengan pembagian kerja. Selanjtnya, agar mereka yang telah ditunjuk mampu dan mau melaksanakan pekerjaannya, maka mereka memerlukan seorang yang memiliki kepemimpinan, yaitu seorang yang mempunyai kemampuan untuk memberikan pengarahan dan dorongan untuk berperilaku sebagaimana diharapkan.
Maka setelah ada yang melaksanakan pekerjaan tersebut, diperlukan pengendalian. Fungsi pengendalian ini diperlukan untuk memastikan agar rencana akan berjalan dan sedang berjalan untuk mencapai tujuan. Dengan kata lain, fungsi ini mencoba menjamin agar rencana yang telah dipilih terlaksana dengan tepat dan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
B.     Pengertian Public relations
Menurut para pakar, hingga saat ini belum terdapat konsensus mutlak tentang difinisi dari PR. Ketidak sepakatan tersebut disebabkan oleh beragamnya definisi PR yang telah dirumuskan baik oleh para pakar maupun profesional PR didasari perbedaan sudut pandang mereka terhadap pengertian Humas / PR.. Menurut Frank Jeffkins, Humas merupakan segala sesuatu yang terdiri dari semua bentuk komunikasi berencana, baik ke dalammaupun ke luar, untuk mencapai tujuan khusus, yaitu pengertian bersama. Definisi yang sangat umum diberikan oleh John. E. Marston, “ PR is planned, persuasive communication designed to influence significant public.”PR adalah kegiatan komunikasi yang terencana dan persuasif untuk mendesain publik-publik yang nyata. PR bukanlah ilmu tradisional yang digunakan untuk menghadapi tujuan-tujuan sesaat. PR perlu direncanakan dalam suatu pendekatan manajemen (management approach) kepada target-target public tertentu. Dari definisi yang sangat umum, kita fokuskan kepada definisi yang lebih spesifik, lebih konkret.
Sedangkan Harlow (dalam Grunig, James E, 1984: 7), memberikan definisi dengan mengkombinasikan berbagai elemen dari berbagai definisi “Public Relations is the distinctive management functions which helps establish and maintain mutual line of communication, acceptance and cooperation between an organization and its public; involves the management of problems and issues; helps management to keep informed on and responsive to public opinion (Public Relations adalah fungsi managemen yang membantu mendirikan dan memelihara hubungan komunikasi yang saling menguntungkan, keterbukaan dan kerjasama antara organisasi dan publiknya, melibatkan manajemen problem dan issu, membantu manajemen untuk tetap terinfomasi dan responsive terhadap publik). Definisi Harlow walaupun terkesan sangat umum ataupun general, memberikan arti penting bagi kegiatan PR itu sendiri. Bahwa kegiatan PR yang dilakukan oleh setiap organisasi maupun institusi pada intinya adalah kegiatan komunikasi, serta membantu agar manejemen tetap terinformasi (keluar dan kedalam) serta responsive terhadap apa yang terjadi pada lingkungannya.
C.     Pengertian Manajemen public Relations
Dalam pelaksanaan pekerjaannya seorang praktisi PR/humas akan menggunakan konsep-konsep manajemen untuk mempermudah pelaksanaan tugas-tugasnya. Bahwa proses humas (tahapan fact finding, planning, communicating, evaluation) sepenuhnya mengacu pada pendekatan manajerial. Untuk keperluan pembahasan manajemen hubungan masyarakat, maka sementara manajemen itu dapat dirumuskan sebagai suatu proses dari kelompok orang-orang yang secara koordinatif, memimpin kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan bersama.
Manajemen PR dapat dikatakan sebagai penerapan fungsi-fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, penstaffan, pemimpinan dan evaluasi) dalam kegiatan-kegiatan PR/humas. Manajemen PR/humas berarti melakukan penelitian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap berbagai kegiatan komunikasi yang disponsori oleh organisasi.
Secara sederhana manajemen Humas/Public Relations adalah salah satu peroses dalam menangani perencanaan, pengorganisasian, mengkomunikasikan serta mengkoordinasikan dengan serius dan rasional dalam upaya pecapaian tujuan bersama bagi sebuah instansi lembaga atau organisasi.
D.    Pengertian Manajemnen Public Relations Menurut Para Pakar
Berikut adalah beberapa pengertian tentang Public Relations (Hubungan Masyarakat) menurut para pakar untuk mengantarkan kita memahami fungsi dan perannya dalam lembaga pendidikan Islam, diantaranya:
a.       John E. Marston
Mengartikan bahwa “Public relations is planned, persuasive communications designed to influence significant public”. (hubungan masyarakat adalah kegiatan komunikasi persuasive dan terencana yang didesain untuk mempengaruhi public secara signifikan).
b.      Frang Jefkins
Public Relations consint of all forms of planned communications, outwards and inward, between an organizations and its publics for the purposes of achieving specifict objective concerning mutual understanding. ( suatu bentuk komunikasi yang berlaku terhadap semua jenis organisasi, baik yang bersifat komersial maupun yang bersifat non komersial di sektor publik (pemerintah) maupun privat (swasta).
c.       Cultip M. Scott
Hubungan masyarakat adalah keseluruhan upaya yang dilangsungkan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya.
d.      Glen M. Broom
Mengartikan public relations adalah fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan public yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut.
e.       Mc. Elraath
Public relation adalah melakukan perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan evaluasi terhadap berbagai kegiatan komunikasi yang diseponsori oleh organisasi atau lembaga.
Berdasarkan definisi menurut para pakar di atas pegertian public relations tidak terlepas dari manajemen dan begitu sebaliknya hubungan masyarakat tidak akan berjalan tanpa manajemen. atau dengan kata lain manajemen hubungan masyarakat dengan lembaga, instansi dan organisasi secara internal. dan khalayak umum eksternal. Dalam konteks ini jelas bahwa public relation (PR) adalah termasuk salah satu elemen yang penting dalam suatu organisasi kelompok ataupun secara individu.
E.     Tujuan Manajemen Public Relations
Public relations merupakan fungsi manajemen dan dalam stuktur organisasi public relations merupakan salah satu bagian atau divisi dari organisasi. Karena itu, tujuan public relations sebagai bagian struktural organisasi tentu saja tidak bisa lepas dari tujuan organisasinya sendiri. Inilah yang oleh Oxley dalam Yosal disebut sebagai salah satu prinsip public relation. Prinsip tersebut menyatakan, “Tujuan public relations jelas dan mutlak memberi sumbangan pada objektif organisasi secara keseluruhan”. Tujuan kegiatan public relations-nya sendiri oleh Oxley dinyatakan “mengupayakan dan memelihara saling pengertian antara organisasi dan publiknya”. Bahkan secara tegas Oxley menyatakan, bahwa objektif public relations itu tidak akan pernah terlepas dari objektif organisasi. “Objektif public relation tidak akan pernah merintangi pencapaian objektif penting apa pun dari organisasi”.
Prestise atau citra yang baik misalnya, akan memberi manfaat yang sangat besar bagi organisasi, bahkan prestise dan reputasi ini sering disebut sebagai aset terbesar perusahaan. Karena itu, reputasi mendapat perhatian yang sangat besar, dan manajemen reputasi merupakan salah satu bagian dari kegiatan public relations yang penting.
Tujuan utama kegiatan public relations adalah membangun kredibilitas dan membangkitkan motivasi bagi stakeholder perusahaan guna meminimalkan biaya pengeluaran proses transfer komunikasi. Menurut Firsan Nova, tujuan kegiatan public relations dapat dikelompokkan sebagai berikut.
1.      Performance Objective
Public relations merupakan kegiatan komunikasi untuk mempresentasikan citra perusahaan kepada publiknya (stakeholders), melaksanakan serangkaian kegiatan untuk membentuk dan memperkaya identitas dan citra perusahaan di mata stakeholders.
2.      Support of Consumer Market Objective
Kegiatan public relations dapat digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan yang timbul sehubungan dengan kegiatan komunikasi yang dilaksanakan oleh perusahaan dengan menitikberatkan pembahasan pada identifikasi tingkat kesadaran konsumen, sikap dan persepsi konsumen terhadap produk tayangan yang ditawarkan perusahaan. Hasil identifikasi tersebut kemudian dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk menerapkan strategi pendekatan yang sesuai.
            Dari sekian banyak tugas yang diemban oleh seorang public relations, tujuan yang ingin dicapai dalam bidan public relations, yaitu komunikasi internal dan komunikasi eksternal, yaitu:
1.      Komunikasi Internal (personel/anggota institusi).
a.       Memberikan informasi sebanyak dan sejelas mungkin mengenai institusi.
b.      Menciptakan kesadaran anggota/personel mengenai peran institusi dalam masyarakat.
c.       Menyediakan sarana untuk memperoleh umpan balik dari anggotanya.
2.      Komunikasi Eksternal (masyarakat, khalayak/umum)
a.       Informasi yang berat dan wajar mengenai institusi.
b.      Kesadaran mengenai peran institusi dalam tata kehidupan umumnya.
c.       Motivasi untuk menyampaikan citra baik.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Ø  Manajemen PR (humas) dapat dikatakan sebagai penerapan fungsi-fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, penstaffan, pemimpinan dan evaluasi) dalam kegiatan-kegiatan humas. Manajemen humas berarti melakukan penelitian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap berbagai kegiatan komunikasi yang disponsori oleh organisasi.
Ø  Komunikasi manajemen adalah hal yang paling pokok atau nomor satu, hal ini sesuai dengan pendapat GR Terry “Management is a communication”, yaitu dalam hal penyampaian instruksi di satu pihak, dan pelaksanaan kewajiban di lain pihak. Dengan kata lain manajemen komunikasi adalah alat, bukan tujuan dari suatu organisasi.
Ø  Berdasarkan definisi menurut para pakar pegertian public relations tidak terlepas dari manajemen dan begitu sebaliknya hubungan masyarakat tidak akan berjalan tanpa manajemen.
Ø  Public relations merupakan fungsi manajemen dan dalam stuktur organisasi public relations merupakan salah satu bagian atau divisi dari organisasi. Karena itu, tujuan public relations sebagai bagian struktural organisasi tentu saja tidak bisa lepas dari tujuan organisasinya sendiri.
Ø  Menurut Firsan Nova, tujuan kegiatan public relations dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1.      Performance Objective
2.      Support of Consumer Market Objective


Daftar Pustaka

Ruslan, Rosady. 2010. Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi : Konsepsi dan Aplikasi. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada
Ernie, Tisnawati & Kurniawan Saefullah.2005.Pengantar Manajement.Jakarta. Kencana Prenada Media Group
Wiludjeng, Sri.2007.Pengantar Manajemen.Yogyakarta.Graha Ilmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar